Thursday , 22 November 2018

Home » LIFE STYLE » HEALTH » Sisipan Bahan Radioaktif di Etambutol, Bantu Deteksi TB Tulang
Sisipan Bahan Radioaktif di Etambutol, Bantu Deteksi TB Tulang

Sisipan Bahan Radioaktif di Etambutol, Bantu Deteksi TB Tulang

foto : Aan

October 23, 2018 5:31 pm by: Category: HEALTH, LIFE STYLE Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR- Penyakit tuberkolosis atau TB saat ini bukan hanya menyerang paru tapi juga organ tubuh lainnya, seperti tulang dan saluran pencernaan. Dan beberapa data juga menunjukkan semakin meningkatnya tingkat resistensi penderita TB pada obat yang diminumnya.

Beberapa penelitian dilakukan terkait pendeteksian kuman mikrobakterium ini dalam upaya meningkatkan jumlah pasien TB yang sembuh. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Pusat Teknologi Radioisotop Radiofarmaka (PTRR) Badan Tenaga Atom Nasional (Batan).

Kepala Bidang Teknologi Radiofarmaka Batan Agus Ariyanto menyatakan yang terbaru dari radiofarmaka adalah menggunakan etambutol yang sudah mengandung bahan radioaktif untuk mendeteksi penyebaran TB di tulang.

“Etambutol ini sendiri sudah digunakan oleh Kimia Farma, yang merupakan mitra Batan dalam memasarkan produk radiofarmaka, untuk mengobati TB Paru. Tapi sekarang dengan bantuan radiasi, etambutol juga dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi penyebaran TB di bagian tubuh lainnya, seperti di tulang,” kata Agus, Selasa (23/10).

Etambutol ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan mikrobakterium TB, sehingga jika dilakukan deteksi etambutol, maka akan terdeteksi dimana posisi penyebaran TB.

“Dosis yang kita gunakan sangat kecil, sekitar 2 mg saja. Jadi memang hanya berfungsi untuk mendeteksi posisi kuman TB. Kalau dalam dosis besar, etambutol memang berfungsi sebagai obat TB,” kata Agus.

Penelitiannya sendiri sebenarnya sudah dimulai di Bandung sejak tahun 2006 tapi masih dalam bentuk 2 file.

“Di PTLR Serpong, kita mulai menjadikan etambutol menjadi satu file. Sehingga memberi kemudahan bagi pihak pengguna, biasanya rumah sakit. Mulai penelitiannya sendiri itu tahun 2014. Sekarang sudah masuk ke proses pra reg di BPOM untuk mendapatkan NIE (Nomor Izin Edar),” papar Agus.

Pengujian klinis menurut Agus sudah dilakukan di Spesialis Pendidikan Kedokteran Nuklir RS Hasan Sadikin Bandung, RS Adam Malik Medan dan RS Karyadi Semarang.

“Sudah 3 dokter yang mengambil materi tugas akhirnya tentang keefektifan etambutol ini. Apakah benar bisa mengikat kuman TB dan mendeteksi keberadaannya di tulang, atau bisakah melihatnya di saluran pencernaan dan juga dilakukan studi komparasi dengan metode yang sudah ada. Ada juga penelitian pada pasien yang resisten TB,” ujar Agus.

Hingga saat ini, selain etambutol, sudah ada 5 jenis produk radiofarmaka yaitu MDP yang berfungsi untuk mendeteksi penyebaran kanker atau metatesis di tulang, kit Renal Scan untu ginjal, Kit RadioScan, Samarium 153 atau T-Bone KF dan MIBG untuk deteksi kanker Neuroblastoma.

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN) Dr. Hendig Winarno mengharapkan pada tahun 2019, NIE sudah keluar dari BPOM. Dan untuk pemasarannya, Batan masih akan tetap bekerja dengan PT Kimia Farma.

“Targetnya hingga tahun 2024, kami akan terus melakukan penelitian untuk membantu bidang kesehatan melalui radiofarmaka dan radioisotop. Tapi memang, saat ini kami terkendala untuk SDM Penelitinya,” ujarnya.(AAN)

Sisipan Bahan Radioaktif di Etambutol, Bantu Deteksi TB Tulang Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR- Penyakit tuberkolosis atau TB saat ini bukan hanya menyerang paru tapi juga organ tubuh lainnya, seperti tulang dan saluran pencernaan. Dan b Jakarta, INEWSAIR- Penyakit tuberkolosis atau TB saat ini bukan hanya menyerang paru tapi juga organ tubuh lainnya, seperti tulang dan saluran pencernaan. Dan b Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top