Wednesday , 15 August 2018

Home » LIFE STYLE » HEALTH » PTKMR Batan jadi tuan rumah evaluasi terapi radionuklida
PTKMR Batan jadi tuan rumah evaluasi terapi radionuklida

PTKMR Batan jadi tuan rumah evaluasi terapi radionuklida

dok.Istimewa

August 21, 2017 8:17 pm by: Category: HEALTH Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Penggunaan teknologi nuklir di bidang kesehatan, masih belum dilakukan secara maksimal di Indonesia. Padahal terapi penggunaan radiasi ini atau Radionuclide Therapy tidak akan merusak sel atau organ tubuh yang sehat.

Untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para klinisi terkait layanan terapi radionuklida, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Batan bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengadakan Final Project Review Meeting – RAS/6/071 ‘Strengthening Radionuclide Therapy for High Impact cancer Treatment Strategy in Member States of Regional Cooperative Agreement (RCA), yang dihadiri oleh 25 orang yng berasal dari 15 negara komunitas kedokteran nuklir se-Asia Pasifik.

“Proyek ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para klinisi terkait layanan terapi radionuklida untuk pengobatan kanker melalui peningkatan tenaga terlatih dalam tata laksana kanker, yang pada akhirnya dapat mengurangi angka kematian dan kesakitan serta memperbaiki kualitas hidup pasien kanker di negara – negara anggota RCA,” kata Ketua Penyelenggara Nur Rahmah Hidayati di Santika Premiere Bintaro, Senin (21/8).

Nur Rahmah juga menyampaikan bahwa project ini sudah dilakukan sejak tahun 2015. Dan tujuan final meeting adalah untuk mengevaluasi kegiatan proyek melalui penyampaian laporan dari masing-masing peserta dan pembahasan proyek 2018.

Strategi dalam pengobatan kanker dengan terapi radionuklida bagi negara-negara anggota menurutnya sangat penting, karena kanker merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian dan kesakitan yang cukup tinggi. Proyek ini diharapkan dapat membantu negara-negara anggota dalam penanganan berbagai jenis kanker, khususnya dengan menggunakan modalitas kedokteran nuklir.

Di Indonesia sendiri saat ini terdapat 8 rumah sakit yang memiliki layanan terapi radionuklida, yaitu RS. Kanker Dharmais, RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, RS. Hasan Sadikin Bandung, RSPAD Gatot Subroto, RS. Pertamina Pusat, MRCCC Siloam Semanggi Hospital, RSUP Dr. Kariadi Semarang dan RS. Santosa Bandung.  Sedangkan BATAN berperan sebagai lembaga yang melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang diagnosis kedokteran nuklir.

“BATAN saat ini tengah mengembangkan metode untuk mendiagnosis dan menentukan di organ mana sel kanker ditemukan dengan menggunakan radionuklida, kemudian berdasarkan diagnosis tersebut dapat ditentukan tindakan selanjutnya. Selanjutnya, implementasi dari metode ini akan dilakukan di rumah sakit,” tambah Nur Rahmah.

Final Meeting yang berlangsung hingga tanggal 25 Agustus 2017 ini, memiliki agenda untuk mengunjungi Rumah Sakit Dharmais untuk melihat status kegiatan penggunaan radionuklida untuk pengobatan kanker.(AAN)

PTKMR Batan jadi tuan rumah evaluasi terapi radionuklida Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Penggunaan teknologi nuklir di bidang kesehatan, masih belum dilakukan secara maksimal di Indonesia. Padahal terapi penggunaan radiasi ini a Jakarta, INEWSAIR - Penggunaan teknologi nuklir di bidang kesehatan, masih belum dilakukan secara maksimal di Indonesia. Padahal terapi penggunaan radiasi ini a Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top