Thursday , 22 November 2018

Home » EKBIS » Peran Aktif Retailer jaga Keamanan dan Mutu Pangan
Peran Aktif Retailer jaga Keamanan dan Mutu Pangan

Peran Aktif Retailer jaga Keamanan dan Mutu Pangan

foto : Istimewa

October 21, 2018 11:58 pm by: Category: EKBIS Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Peran aktif pelaku usaha ritel dinyatakan sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan mutu pangan di peredaran.

“Keamanan dan mutu pangan bukanlah hanya tanggung jawab dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tapi merupakan tanggung jawab bersama dari konsumen, produsen dan juga pihak ritel yang merupakan simpul akhir yang menghubungkan produsen dengan konsumen,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito usai menghadiri FGD Keamanan dan Mutu Pangan di kawasan Bintaro, sabtu (20/10).

Penny menyampaikan bahwa BPOM secara rutin melakukan pengawasan pada lokasi-lokasi retailer dan toko distributor baik obat dan makanan. Serta melakukan kegiatan khusus menjelang hari raya maupun tahun baru.

“Tahun 2017, temuan menunjukkan dari 9.087 sarana yang diperiksa masih ada 32,99 persen yang belum menerapkan Cara Ritel Pangan yang Baik (CRPB). Dan tahun ini juga, secara umum masih ada sekitar 30 persen. Sehingga kami terus bekerja sama dengan semua pihak dan melakukan edukasi terkait CRPB ini. Targetnya ya bisa menjadi 0 persen,” ucap Penny.

Pelanggaran ini terkait penjualan produk pakan yang rusak, produk tanpa izin edar atau illegal dan produk yang kadaluarsa.
“Kita mengharapkan pada tanggung jawab para pelaku usaha dalam menjamin keamanan, mutu, khasiat dan manfaat produk. Tentunya dengan komunikasi, pembinaan dan edukasi dari BPOM,” kata Penny lebih lanjut.

Penny menyampaikan dari pihak BPOM sangat mendukung perkembangan ekonomi Indonesia sehingga mereka sangat mengutamakan peringatan dan pembinaan dalam menghadapi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran.

“Dalam aturan, memang ada tahapan dalam sanksi, hingga yang terberat itu adalah masuk ke perkara hukum. Tapi sejauh ini, belum ada yang masuk hingga tahap itu,” tegas Penny.
Penny juga menyatakan bahwa BPOM akan memasang barcode 2 dimensi, sehingga masyarakat bisa mengecek langsung terkait produksi, tanggal produksi dan bahan baku.

“Targetnya sebelum akhir tahun ini, kami mulai memberlakukannya. Sehingga masyarakat melalui aplikasi bisa mengecek masing-masing terkait produk yang akan mereka beli. Kalau untuk batch sudah mulai diberlakukan,” kata Penny.

General Manager Corporate Affairs PT Hero Supermarket Tony Mampuk yang turut hadir dalam acara FGD, menyambut baik langkah BPOM yang ingin melakukan edukasi intensif kepada para retailer.
“Rencananya, edukasi akan dilakukan di 5 kota lainnya, yaitu Lampung, Surabaya, Semarang, Makassar dan Banjarmasin selain FGD di Jakarta. Kami sangat mendukung kebijakan ini dan menyambut baik. Karena ini merupakan langkah utama untuk menjaga kepercayaan para konsumen Hero,” kata Tony.

Tercatat hingga semester 1 tahun 2018, sudah ada 447 toko yang dikelola Hero Group meliputi 59 Giant Ekstra, 99 Giant Ekspress, 31 Hero Supermarket, 257 Guardian dan 1 IKEA.(AAN)

Peran Aktif Retailer jaga Keamanan dan Mutu Pangan Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Peran aktif pelaku usaha ritel dinyatakan sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan mutu pangan di peredaran. “Keamanan d Jakarta, INEWSAIR - Peran aktif pelaku usaha ritel dinyatakan sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan mutu pangan di peredaran. “Keamanan d Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top