Thursday , 15 November 2018

Home » INTERMEZZO » Penunjukkan Mind Organizer Asing Cederai Hati Anak Bangsa
Penunjukkan Mind Organizer Asing Cederai Hati Anak Bangsa

Penunjukkan Mind Organizer Asing Cederai Hati Anak Bangsa

foto.Onky

May 26, 2018 5:48 pm by: Category: INTERMEZZO, SHOWBIZ Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Kontroversi penyelenggaraan Asian Games XVIII yang akan dilangsungkan pada bulan Agustus 2018 mendatang, di Jakarta dan Palembang, sudah dirasakan para pekerja seni dan vendor acara Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Seni Merah Putih. Komunitas yang digawangi beberapa pekerja seni dan vendor kawakan Indonesia ini menilai jika pesta olahraga akbar yang melibatkan ribuan atler dan official dari 42 negara Asia ini, dinilai memiliki sejumlah kejanggalan dan kontroversial.

Salah satunya adalah dengan ditunjuknya Five Current yang berasal dari Amerika Serikat sebagai Mind Organizer untuk menangani acara Pembukaan dan Penutupan Pesta olahraga Asia terbesar se Asia tersebut, yang memakan biaya senilai Rp 700 Miliar tanpa melalaui proses (tender) terbuka. Nilai project yang ditawarkan kepada FC tersebut dianggap terlalu fantastis oleh Komunitas Seni Merah Putih untuk ukuran even sekelas Asian Games 2018.

Menurut Doni Kembang Api, Penunjukkan Five Current dilakukan secara langsung sehingga menutup peluang vendor lokal untuk bersaing dan menunjukkan karya terbaiknya dikancah global. Padahal SDM vendor dalam negeri secara faktual dapat bersaing dengan produk Amerika, yang tentunya belum tentu jauh lebih baik.

“Kami yang merupakan gabungan pekerja seni professional dari berbagai bidang yang berpengalam membuat even besar, baik dalam negeri maupun luar negeri telah teruji”,ungkap Kreator Ati Ganda.

Bagi Komunitas Seni Merah Putih, Besarnya cost Opening dan Closing yang dipatok Five Current di ajang Asian Games 2018 tersebut sangat bisa dipahami, pasalnya mererka bukan hanya sekedar men-direct saja, namun juga menyertakan 12 kontainer peralatan guna kebutuhan penyelenggaraan yang didatangkan langsung dari Amerika.

“Fakta yang terjadi tentu saja mematikan industry kreatif dan vendor lokal, bahkan Five Current yang sudah permanen telah membuka kantornya di area GBK, dan hanya melibatkan para kroninya yang ada di luar negeri sehingga tidak satupun melibatkan vendor lokal”, ungkap pengamat music, Ben Leo.

Sungguh sangat disayangkan, hajatan bangsa yang seharusnya menggunakan potensi anak bangsa sendiri, malah justru lebih memilih membuka ruang bagi pekerja asing. “Vendor local tidak anti asing, namun kita harus menolak tegas dominasi asing untuk menguasai negeri ini”,tambah Bens Leo.

Bukan itu saja, Komunitas Seni Merah Putih juga menyayangkan sikap Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) Erick Tohir yang melakukan penunjukkan langsung kepada Five Current sebagai pelaksana lapangan. Aksi Erick Tohir yang tidak melibatkan pekerja seni dan vendol local Indonesia untuk ambil bagian dalam even bergengsi yang baru digelar dua kali di Indonesia setelah 56 tahun ini, tentu mencederai hati anak bangsa Indonesia.

“Event Olahraga ini harusnya dapat menjadi ajang pembuktian ketangguhan para vendor dan pekerja seni Indonesia, dan bukan malah jadi penonton saja. Soal Set light system, sound system, multi media, barikade, panggung megah hingga kembang api telah kita kuasai, dan kita pun telah mumpuni sehingga dapat menjadikan penyelenggaraan ASIAN GAMES 2018 menjadi kebanggan anak bangsa Indonesia, tutup Adong Silalahi, yang merupakan perwakilan vendor local. (ONKY)

Penunjukkan Mind Organizer Asing Cederai Hati Anak Bangsa Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR – Kontroversi penyelenggaraan Asian Games XVIII yang akan dilangsungkan pada bulan Agustus 2018 mendatang, di Jakarta dan Palembang, sudah dir Jakarta, INEWSAIR – Kontroversi penyelenggaraan Asian Games XVIII yang akan dilangsungkan pada bulan Agustus 2018 mendatang, di Jakarta dan Palembang, sudah dir Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top