Monday , 17 December 2018

Home » EKBIS » Pemberdayaan Pedagang Mikro lewat Sinergisitas
Pemberdayaan Pedagang Mikro lewat Sinergisitas

Pemberdayaan Pedagang Mikro lewat Sinergisitas

foto : Aan

November 12, 2018 10:00 pm by: Category: EKBIS Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Melanjutkan program pemberdayaan yang sudah digagas sejak tahun 2011, PT Miwon Indonesia kembali memberikan bantuan kepada 40 pedagang bakso pada 20 wilayah di Jakarta dan 20 wilayah di Surabaya. Jika dijumlahkan, PT Miwon Indonesia sudah melakukan pembinaan pada 390 orang.

Presiden Direktur PT Miwon Indonesia Lim Duk Jin menyatakan bahwa inisiasi Pedagang Tangguh ini dilatar belakangi oleh kepedulian Miwon dan Dompet Dhuafa pada kondisi para pedagang bakso skala mikro yang masih terbatas dalam aspek produksi, managerial dan pemasaran.

“Keterbatasan ini menjadikan mereka jauh tertinggal dan kalah kompetitif dibandingkan pedagang lainnya. Apalagi saat ini kehadiran daging bakso impor di Indonesia semakin menambah keterpurukan pedagang bakso skala mikro. Padahal mereka adalah para pedagang hebat yang mempunyai skill, kompetensi dan semangat besar untuk menjadi pedagang sukses,” kata Lim saat launching Program Pedagang Tangguh Miwon 7, yang bersinergi dengan Dompet Dhuafa di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Dalam program ini, Miwon dan Dompet Dhuafa berkomitmen untuk membantu menguatkan eksistensi para pedagang bakso supaya dapat bertahan, mandiri dan dipercaya oleh publik.
“Bantuan ini berupa modal usaha berupa 1 set gerobak dan sarana penunjang, penguatan kapasitas mitra dan pendampingan usaha reguler selama satu tahun,” kata Lim.

Penguatan kapasitas akan dilakukan melalui pelatihan-pelatihan yang dapat menambah pengayaan dan pemahaman mitra mengenai aspek keamanan pangan, strategi pengembangan wirausaha, pengelolaan keuangan dan penguatan kelembagaan lokal.

“Harapan kami, para pedagang bakso dapat lebih mandiri secara finansial sehingga dapat memperbaiki taraf hidup keluarganya dengan tetap menyajikan makanan halal, sehat dan layak konsumsi. Dalam artian bebas boraks, formalin dan pewarna tekstil,” tambah Lim.

Peran Dompet Dhuafa dalam program ini adalah sebagai mitra pelaksana program mulai dari seleksi pedagang, pengadaan perlengkapan usaha, sampai pendampingan intensif terhadap aspek kemajuan dan kemapanan bisnis pedagang bakso.

“Supaya program tepat sasaran, kami memiliki prosedur terkait seleksi dan verifikasi mitra melalui assessment yang komprehensif. Dengan terpilihnya mitra yang tepat maka efektivitas dan keberhasilan program berupa kemandirian ekonomi dapat terwujud. Hal ini sudah dibuktikan dengan peningkatan omzet dan penambahan daya beli oleh mitra pedagang yang sudah menerima bantuan program sebelumnya,” kata Direktur CSR Dompet Dhuafa Herdiansah.

Sasaran dari pedagang ini tidak hanya bagi laki – laki namun juga menyasar kaum wanita. Untuk tahun ini, dari total 40 pedagang yang dibantu terdapat 2 orang perempuan yang berdomisili di Surabaya.

“Mereka sudah lama berjualan dan hasil penjualannya digunakan untuk membiayai sekolah anak – anaknya. Tujuan lain dari pogram ini memang untuk meningkatkan dan menguatkan peran perempuan sebagai pelaku usaha, sehingga tidak ada diskriminasi gender,” pungkas Herdiansyah.(AAN)

Pemberdayaan Pedagang Mikro lewat Sinergisitas Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Melanjutkan program pemberdayaan yang sudah digagas sejak tahun 2011, PT Miwon Indonesia kembali memberikan bantuan kepada 40 pedagang bakso Jakarta, INEWSAIR - Melanjutkan program pemberdayaan yang sudah digagas sejak tahun 2011, PT Miwon Indonesia kembali memberikan bantuan kepada 40 pedagang bakso Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top