Tuesday , 23 October 2018

Home » EKBIS » OJK nilai fintech tingkatkan penetrasi asuransi
OJK nilai fintech tingkatkan penetrasi asuransi

OJK nilai fintech tingkatkan penetrasi asuransi

November 20, 2017 1:11 am by: Category: EKBIS Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perkembangan teknologi akan meningkatkan pangsa pasar baru bagi penetrasi asuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi, mengungkapkan hal ini saat menyampaikan pandangannya terkait prediksi pasar asuransi tahun 2018.

“Pengembangan financial technology yang menurut hemat kami telah memperbesar akses dan kemudahan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan. Perkembangan fintech juga kami lihat sangat pesat yang juga merambah industri asuransi, dimana kami melihat potensi masyarakat yang terhubung internet sudah sangat luas dan hal tersebut menjadi harapan bagi industri asuransi untuk mengembangkan jalur distribusi pemasaran melalui layanan keuangan digital,” kata Riswinandi di Insurance Outlook 2018 yang berlangsung di Le Meridien Jakarta, Kamis (17/11).

Riswinandi menyampaikan juga bahwa akan dilakukan pengkajian terkait diperlukannya regulasi dan perubahan arah pengawasan mengikuti perkembangan fintech.

“Yang menurut hemat kami tidak hanya dari aspek distribusi pemasaran, mungkin juga akan meluas ke aspek akseptasi atau underwriting serta mekanisme klaim,” jelas Riswinandi.

Aset industri asuransi jiwa dan asuransi umum merupakan aset industri nonbank terbesar, di mana pada tahun ini menunjukan perkembangan yang menjanjikan. Aset asuransi pada posisi 30 September 2017 telah mencapai Rp628,68 triliun atau meningkat sebanyak 17,6 persen dibandingkan dengan di Desember 2016 yang sebesar Rp534,57 triliun.

Sejalan dengan kondisi tersebut, investasi asuransi pada posisi 30 September 2017 telah mencapai Rp505,57 triliun atau meningkat sebanyak 22,42 persen dibandingkan dengan di Desember 2016 yang hanya sebesar Rp412,98 triliun.

Jumlah pendapatan premi asuransi dan reasuransi sampai dengan 30 September 2017 telah mencapai Rp183,45 triliun, di mana telah mencapai 71,1 persen dari proyeksi yang telah ditetapkan OJK untuk periode sampai dengan 31 Desember 2017.

“Pada kesempatan ini, kami sampaikan optimisme bahwa pendapatan premi asuransi dan reasuransi akan mampu mencapai Rp258 triliun sampai dengan 31 Desember 2017 sesuai dengan proyeksi OJK,” ungkapnya.

Kesehatan keuangan industri asuransi secara umum sampai dengan saat ini dalam kondisi baik. Hal tersebut tercermin dari beberapa rasio keuangan seperti rasio likuiditas asuransi jiwa mencapai 143,4 persen di posisi 30 September 2017, di mana kondisi yang sama juga terjadi di asuransi umum dan reasuransi yang memiliki rasio likuiditas sebesar 179,1 persen.

Cadangan teknis asuransi jiwa sebesar Rp372,25 triliun yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai investasi pada posisi 30 September 2017. Kondisi sejenis juga terjadi pada asuransi umum dan reasuransi yang memiliki nilai cadangan teknis sebesar Rp59,28 triliun yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai investasi pada posisi 30 September 2017.(AAN)

OJK nilai fintech tingkatkan penetrasi asuransi Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perkembangan teknologi akan meningkatkan pangsa pasar baru bagi penetrasi asuransi. Kepala Eksekutif Pe Jakarta, INEWSAIR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perkembangan teknologi akan meningkatkan pangsa pasar baru bagi penetrasi asuransi. Kepala Eksekutif Pe Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top