Monday , 16 July 2018

Home » LIFE STYLE » HANGOUT » Mengakhiri Perjalanan dengan Kuliner Khas Banjar
Mengakhiri Perjalanan dengan Kuliner Khas Banjar

Mengakhiri Perjalanan dengan Kuliner Khas Banjar

foto.Aan

June 28, 2018 5:35 pm by: Category: HANGOUT Leave a comment A+ / A-

Banjarmasin, INEWSAIR – Perjalanan di Kota Banjarmasin, akhirnya harus berakhir juga. Tapi belum tuntas rasanya, jika belum mencicipi dua makanan khas daerah yang tak kalah pamor dengan semua kuliner yang ramai bermunculan di pelosok Banjarmasin.

Ketupat Kandangan dan Soto Banjar tetap menjadi pilihan masyarakat Banjar untuk menikmati pagi ataupun menutup sore hari. Dan saat saya mencicipinya, tak salah jika memang makanan ini bertahan sebagai pilihan masyarakat. Biasanya di warung Ketupat Kandangan, juga disediakan Nasi Kuning.

Ketupat Kandangan biasanya disantap bersama telor atau ikan asap atau rempela hati. Kuahnya sendiri terpisah dengan santan. Saat hendak disantap, barulah kuah dan santan dicampur. Seperti makanan khas Banjarmasin lain, rasa legit gula juga terasa saat kuah ketupat menyentuh lidah. Dan ada rasa yang sangat khas dari kuahnya, yang membedakan dengan makanan berkuah santan lainnya.
Saat saya bertanya pada Istiadah, pemilik penginapan tempat saya menginap dan sekaligus teman setia saya disetiap acara cicip kuliner, tanpa sungkan dia menjelaskan.

“Itu karena arang yang digunakan untuk membakar ikan, dimasukkan sedikit ke kuah. Saat arangnya sedang membara, diambil sedikit dan dikacau di panci kuah,” papar Iis, demikian dia akrab dipanggil.

Saya akui, arang yang dimasukkan itu memang memberi rasa berbeda di lidah. Seperti rasa kesat. Hal ini memberikan sensasi berbeda, saat bercampur dengan rasa manis. Hingga tak heranlah saya melihat, begitu penuh pengunjung di warung ketupat kandangan. Padahal pagi baru saja menjelang.

Saat saya mencicipi Soto Banjar, beberapa jam kemudian, saya kembali harus terkejut dengan uniknya kuliner Banjarmasin. Itu terjadi saat saya diberi pilihan mau Soto Banjar atau Soop Banjar. Saya lalu bertanya pada Iis, “Apa bedanya?”.

“Kalau dicampur dengan ketupat, namanya Soto. Tapi kalau dipasangkan dengan nasi, namanya Sop Banjar. Tapi kalau tidak mau pakai ketupat atau nasi, boleh kok kuahnya saja,” kata Iis sambil tertawa, karena melihat ekspresi saya.

Akhirnya saya memilih kuahnya saja. Yang dilanjutkan dengan pembicaraan Iis dengan pemilik warung dalam bahasa Banjar, yang meminta pesanan saya hanya kuah saja.

Kuah Soto Banjar ini tidak bening tapi juga tidak keruh. Dan rasa telor langsung terasa, saat suapan pertama. Tanpa menunggu saya bertanya, Iis langsung menjelaskan bahwa dalam kuah itu ada kuning telor yang dihaluskan. Sehingga kuah Soto Banjar terlihat keruh.

Usai menyelesaikan isi mangkok, akhirnya Iis mengantar saya ke bandara. Menandakan akhirnya saya harus berpisah dengan kota yang udaranya lembab ini. Saya berjanji suatu saat saya akan kembali ke kota ini, karena Iis berkata masih banyak makanan khas kota ini yang belum saya cicipi.(AAN)

Mengakhiri Perjalanan dengan Kuliner Khas Banjar Reviewed by on . Banjarmasin, INEWSAIR - Perjalanan di Kota Banjarmasin, akhirnya harus berakhir juga. Tapi belum tuntas rasanya, jika belum mencicipi dua makanan khas daerah ya Banjarmasin, INEWSAIR - Perjalanan di Kota Banjarmasin, akhirnya harus berakhir juga. Tapi belum tuntas rasanya, jika belum mencicipi dua makanan khas daerah ya Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top