Monday , 16 July 2018

Home » EKBIS » Menanti Kehadiran Jingga di Sungai Martapura
Menanti Kehadiran Jingga di Sungai Martapura

Menanti Kehadiran Jingga di Sungai Martapura

dok.Istimewa

June 25, 2018 4:33 pm by: Category: EKBIS Leave a comment A+ / A-

Banjarmasin, INEWSAIR – Menyusuri Sungai Martapura di waktu sore, seakan mengajak para pengunjung seperti mengarungi ketenangan. Tanpa diganggu oleh kebisingan mobil. Menikmati debur air diburitan kapal dan hembusan angin dimuka.

Hanya dengan membayar Rp5.000, saya menaiki salah satu kapal yang bersandar dipinggir sungai. Kapal itu tidak besar. Memiliki badan yang sangat ramping. Sayangnya, saya bukanlah yang pertama yang menaiki kapal itu. Sehingga saya tidak bisa duduk diatas kapal. Dan hanya bisa menempati salah satu bangku dibagian belakang kapal.

Memulai perjalanan kami, kapal melewati jembatan, yang sisi temboknya dihiasi oleh motif sasirangan. Pemilik penginapan DE7 dan yang sudah berbaik hati sore ini menjadi tour guide pribadi saya, Istiadah menceritakan bahwa sasirangan adalah motif khas Banjarmasin.

“Untuk menciptakan motifnya, kain akan diikat. Setiap ikatan akan membentuk motif yang berbeda,” kata Is, demikian akrab dia dipanggil, ditengah-tengah perjalanan kami menyusiri Sungai Martapura, Sabtu sore (23/6).

Kapal melaju lembut membelah angin sore yang mulai ditingkahi oleh jingga senja. Di sebelah kanan perahu kami, tampak para penjaja sayuran bertransaksi di Pasar Apung. Dan bukan hanya para penjaja sayuran yang membuat Pasar Apung penuh dengan pengunjung. Tapi ramai pula penjaja penganan ringan berbaris teratur di pinggir sungai.

“Dulu hanya jagung lah yang menjadi penganan ringan disini. Jagung bakar atau rebus. Tapi sekarang sudah mulai banyak bervariasi. Sekarang lagi nge-tren Es Kepal Milo,” ujar Is sambil menunjuk beberapa kios Es Kepal Milo.

Tak lama terlihat sebuah gedung menjulang dengan 2 menara seperti menara pegawas di bandara. Sebelum saya sempat bertanya, Is menjelaskan bahwa itu disebut Menara Pandang.

“Kalau naik kesana, kita bisa melihat kota Banjarmasin,” ucapnya pendek. Karena dia tahu, saya sedang sibuk mencari angle yag tepat walau tidak gampang untuk melakukannya, karena kapal kami terus bergerak dengan cepat.

Tak jauh dari Menara Pandang, Is menggamit saya dan menunjukkan suatu titik yang penuh dengan lampu. “Itu titik 0 kota Banjarmasin,” katanya.

Kapal masih melaju melewati jembatan Pasar Lama. Dan artinya itu kami sudah mendekati titik akhir perjalanan kami. Saat turun, Is menanyakan apa pendapat saya. “Its amazing,” jawab saya pendek. (AAN)

Menanti Kehadiran Jingga di Sungai Martapura Reviewed by on . Banjarmasin, INEWSAIR - Menyusuri Sungai Martapura di waktu sore, seakan mengajak para pengunjung seperti mengarungi ketenangan. Tanpa diganggu oleh kebisingan Banjarmasin, INEWSAIR - Menyusuri Sungai Martapura di waktu sore, seakan mengajak para pengunjung seperti mengarungi ketenangan. Tanpa diganggu oleh kebisingan Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top