Thursday , 22 November 2018

Home » NEWS » NASIONAL » Meikarta dan Mentalitas Pemimpin
Meikarta dan Mentalitas Pemimpin

Meikarta dan Mentalitas Pemimpin

foto : Istimewa

October 17, 2018 6:15 pm by: Category: NASIONAL, NEWS Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Daftar hitam Kepala Daerah pemungut cukai semakin bertambah. Panjangnya mata rantai birokrasi dituding menjadi salah satu ruang gelap terciptanya praktek korupsi. Tentunya didukung dengan mentalitas pemimpin yang sering dipersepsikan sebagai Raja-raja kecil. Munculnya istilah uang ketok palu semakin menegaskan kebobrokan mental pemimpin birokrasi maupun elit-elit politiknya.

Sebagai kepala administratif, penetapan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin (NHY), sebagai tersangka penerima suap atau hadiah terkait pengurusan ijin megaproyek Meikarta, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akankah menjadi catatan hitam penutup menuju tata kelola pemerintahan daerah yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat yang berkeadilan?

Solusi utuh menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi ditawarkan Ketua KPK, Agus Rahardjo, bahwa pemerintah (Pusat dan Daerah) mestinya juga mempunyai niat dan melaksanakan tata kelola keuangan negara yang lebih menegakkan pemerintahan yang bersih. Penegakan hukum juga masih bermasalah. Sistem pemilu yang ada juga perlu diperbaiki. Ini semua harus diselesaikan secara simultan dan bersinergi, tidak hanya dari KPK.

Tersangkutnya kembali Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro (BS), dalam praktek penyuapan megaproyek Meikarta menjadi peringatan keras bagi korporasi di Indonesia.

Menjadi pertanyaan, di satu sisi, apakah tepat pemimpin yang terbukti sebagai pelaku utama penyuapan atau berstatus tersangka ditempatkan dalam struktur inti lini bisnis, apapun jenis usahanya dan khususnya industri jasa keuangan?

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, kembali menegaskan terbuka peluang bagi KPK untuk memproses hukum korporasi dalam pengusutan kasus korupsi yang melibatkan Bupati Bekasi NHY. Ada tafsiran praktisi hukum, kalau dalam investigasi audit dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bisa dibuktikan bahwa penyuapan tersebut atas kehendak atau paling sedikit atas pengetahuan dewan direksi, maka korporasi dapat dituntut sebagai pelaku dan yang masuk penjara pastinya dewan direksi juga. Inilah sisi lain yang penting dicermati. (JUL)

Meikarta dan Mentalitas Pemimpin Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Daftar hitam Kepala Daerah pemungut cukai semakin bertambah. Panjangnya mata rantai birokrasi dituding menjadi salah satu ruang gelap tercip Jakarta, INEWSAIR - Daftar hitam Kepala Daerah pemungut cukai semakin bertambah. Panjangnya mata rantai birokrasi dituding menjadi salah satu ruang gelap tercip Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top