Saturday , 23 June 2018

Home » EKBIS » Indonesia siap masuk kancah industri furnitur dunia
Indonesia siap masuk kancah industri furnitur dunia

Indonesia siap masuk kancah industri furnitur dunia

November 20, 2017 5:10 pm by: Category: EKBIS Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Indonesia berpotensi untuk mengambil peran lebih besar dalam dunia industri furnitur. Karena Indonesia memiliki barang baku terlengkap di dunia.

Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Lea Aviliani Aziz mengungkapkan saat ini produk Indonesia menguasai sebagian besar market furnitur dunia.

“Saat ini banyak sekali produk Indonesia yang sudah masuk ke lingkar perdagangan furnitur dunia. Bisnis produk ini sekarang sangat seksi. Beberapa yang sudah go international adalah Warisan, Saniharto dan Forme. Hampir semua hotel-hotel yang ada di dunia, menggunakan produk Saniharto. Termasuk Dubai, Las Vegas,” urai Lea saat Talkshow Your Home Your Stories yang digagas oleh Forme di Jakarta, Kamis (16/11).

Lea juga menyebutkan bahwa rotan merupakan salah satu bahan baku yang hanya bisa didapatkan di Indonesia.

“Indonesia sebenarnya adalah penghasil rotan nomor satu di dunia tapi untuk pengolahannya masih belum maksimal. Tapi saya lihat pemerintah¬† sudah mulai peka melihat potensi Indonesia. Apalagi sekarang ada Bekraf, suatu payung bagi dunia kreatif untuk lebih baik,” lanjut Lea.

Dari segi kebijakan, pemerintah memang berandil besar dalam mendorong industri kreatif, dengan mendorong semua sektor untuk memanfaatkan bahan baku yang ada.

“Dengan menerapkan tidak boleh mengekspor bahan baku, ini mendorong industri untuk lebih kreatif merubah bahan baku menjadi produk yang bisa diterima dengan market. Dan selama ini, biasanya kita bekerja sama dengan 13 kementerian. Seperti Kehutanan, Perdagangan, Perindustrian, Luar Negeri. Dan saat ini hubungan dengan dirjen, menteri itu gampang, tinggal whatsapp saja. Gak seperti dulu yang beranggapan bahwa pemerintah itu momok,” kata Lea.

Terkait dengan bahan baku, Lea mengungkapkan untuk bahan baku desain produk, biasanya berganti sesuai dengan tren pasar. Hal ini berimbas baik pada bahan baku karena memberikan waktu bagi bahan baku untuk dapat dibudidayakan.

“Saat ini kita sudah jarang menggunakan jati, sekitar 10 tahun lah, karena bahannya sudah jarang, jadi harganya juga mahal. Sekarang kita lebih sering pakai sungkai atau nyatoh. Dulu kamper, tapi sekarang sudah gak lagi,” papar Lea.

Walaupun saat ini belum ada kerjasama langsung terkait budi daya tanaman bahan baku tapi HDII sudah melakukan pelatihan SDM desain di daerah-daerah.

“Kita ada kerja sama dengan Dekranas Perindustrian, untuk memberikan pengarahan tentang bagaimana desain yang laku di pasar. Misalnya kita mengarahkan tentang warna yang saleable,” kata Lea.

Kerjasama lainnya juga dilakukan dengan Bekraf, dimana HDII mengirimkan orang untuk melakukan pelatihan di daerah sejak 2015.

“Saat ini kita kirim orang ke Sleman dan Sumba untuk 3 bulan. Selama ini hasilnya sudah terlihat memuaskan, dengan bantuan pengarahan packaging dan promosi bagi pengusaha daerah. Dan ada juga kerjasama dengan Kemenpar untuk Labuan Bajo,” tambah Lea.(AAN)

 

Indonesia siap masuk kancah industri furnitur dunia Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Indonesia berpotensi untuk mengambil peran lebih besar dalam dunia industri furnitur. Karena Indonesia memiliki barang baku terlengkap di du Jakarta, INEWSAIR - Indonesia berpotensi untuk mengambil peran lebih besar dalam dunia industri furnitur. Karena Indonesia memiliki barang baku terlengkap di du Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top