Wednesday , 20 February 2019

Home » EKBIS » Impian Agus Purnomo Bahagiakan Keluarga, Terwujud Karena Sistem
Impian Agus Purnomo Bahagiakan Keluarga, Terwujud Karena Sistem

Impian Agus Purnomo Bahagiakan Keluarga, Terwujud Karena Sistem

Foto : Aan

January 18, 2019 5:53 pm by: Category: EKBIS Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Berawal dari dendam yang positif yaitu ingin membahagiakan keluarganya, Agus Purnomo berhasil menjadi Director Qualified Reward. Posisi ini didapatkan Agus, karena dirinya mampu menjadi orang yang mendapatkan penghasilan miliaran setiap bulannya.

Tentu saja, hasil ini tidak didapatkan oleh Agus dengan mudah. Perjuangannya melakukan road show ke Jawa Timur untuk memperkenalkan produk Milagros, berhasil membawanya ke posisi yang mampu membahagiakan keluarga dan merubah kehidupannya.

“Awal saya menjalankan bisnis ini, tidak ada yang mau gabung. Semua menunggu testimoninya. Menunggu buktinya. Tapi berangkat dari prinsip saya bahwa masalah itu bukanlah masalah tapi bagaimana menyikapinya, akhirnya saya memutuskan melakukan road show ke Jawa Timur dengan membawa 100 dus Milagros,” kata Agus.

Selama melakukan road show, Agus bercerita dia selalu bercerita dan menawarkan Milagros kepada siapa saja yang ditemui. Biasanya membutuhkan waktu 7 hingga 10 hari untuk menghabiskan Milagros yang dibawanya.

“Kalau belum habis ya belum pulang. Saya pakai APV saya, berangkat dari rumah lama saya di Cempaka Baru Kemayoran. Tidur di pom bensin. Mandi di pom bensin. Pokoknya, ketemu siapa saja, saya cerita tentang Milagros,” ujar pria yang berumur 42 tahun ini.

Road show ini dilakukannya selama 3 bulan pertama. Dan hal ini tidak sia-sia. Dalam waktu 9 bulan, Agus sudah berhasil memiliki penghasilan Rp200 juta per bulan.

“Alhamdulillah, orang-orang yang saya temui, mau membeli satu atau dua botol. Sesampainya di Jakarta, biasanya saya follow up. Dan mereka mau membeli lagi. Dari satu botol jadi satu dus. Dari satu dus menjadi tiga atau tujuh dus,” papar Agus.

Setelah 1,5 tahun menjalankan Milagros, Agus saat ini sudah memiliki rumah seharga Rp7 miliar di Sentul dan memasuki tahun keenam-nya, Agus sudah memiliki berbagai aset, investasi dan sedang membangun satu rumah lagi, bersebelahan dengan rumahnya saat ini.

“Semua yang saya peroleh ini saya persembahan kepada keluarga. Karena sejak saya sekolah dan selama menikah, saya belum pernah membahagiakan keluarga saya,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Agus menyatakan hal tersebut. Perjalanan pendidikan saat SMP dan SMA nya yang diwarnai dengan kenakalan remaja, membuatnya merasa tidak bisa membanggakan ibunya.

“Saya itu hanya punya ijazah itu saat SD. Karena saya bandel, ibu saya harus menebuskan ijazah SMP dan SMA untuk saya, agar saya tetap bisa kuliah. Tapi ibu saya benar-benar luar biasa. Tak pernah sekalipun ibu saya marah atau memaki maki saya. Ibu saya hanya memeluk saya dan berkata mama tahu kamu anak baik dan pasti akan menjadi anak baik,” kenang Agus.

Beberapa perjalanan hidup yang sangat membekas dalam hidupnya adalah saat istrinya harus kehilangan anak kedua mereka dan saat anak keempatnya meninggal karena DBD.

“Saat anak keempat saya sakit DBD, saya harus mencari instalasi NICU/PICU. Saat ketemu, saya disuruh deposit 20 juta. Dan saya tidak punya duit. Saya masuk ke mobil saya. Saya gebrak dashboard mobil saya dan saya tunjuk tunjuk muka kakak ipar saya, saya bilang kepadanya jangan mau hidup susah. Walaupun akhirnya saya berhasil mendapatkan instalasi NICU/PICU yang meminta deposit Rp3,2 juta, tapi anak saya meninggal saat sampai di rumah sakit,” kata Agus dengan mata membayang.

Oleh karena itu, Agus mengatakan setiap dirinya merasa terpuruk, dia akan selalu melihat foto anaknya yang meninggal dan foto anak istrinya untuk membangkitkan semangat.

“Ketika saya nge-down, saya ditolak orang, saya akan melihat foto anak saya yang meninggal. Saya akan lihat foto anak dan istri saya. Saya bertekad untuk membahagiakan mereka sebelum mereka meninggal atau saya yang meninggal,” ucapnya tegas.

Agus mengatakan dirinya memahami bahwa banyak orang yang ditemuinya tidak berani meninggalkan zona aman mereka untuk memulai bisnis Milagros.

“Orang itu berat untuk meninggalkan jaminan atau zona amannya. Kalau orang yang kerja, kan sudah pasti tiap bulannya. Karena itu saya menciptakan sistem agar setiap orang bisa mendapat minimal 40 juta per bulan setelah menjalankan 3 bulan sesuai SOP,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa dirinya berhasil karena dirinya tidak menjual produk tapi sistem.

“Kita bicara tentang duplikasi dan sistem. Lihat saja waralaba-waralaba terkenal yang beromset triliunan. Mereka menjual sistem. Jadi untuk berkembang ke posisi yang saya miliki saat ini, saya mengajak orang untuk melakukan sistemnya,” paparnya.

Intinya, Agus menyatakan bahwa dirinya ingin hidup yang tidak biasa-biasa saja. Dirinya ingin hidupnya bermakna dengan mampu memberdayakan orang lain untuk sukses seperti dirinya.(AAN)

Impian Agus Purnomo Bahagiakan Keluarga, Terwujud Karena Sistem Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Berawal dari dendam yang positif yaitu ingin membahagiakan keluarganya, Agus Purnomo berhasil menjadi Director Qualified Reward. Posisi ini Jakarta, INEWSAIR - Berawal dari dendam yang positif yaitu ingin membahagiakan keluarganya, Agus Purnomo berhasil menjadi Director Qualified Reward. Posisi ini Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top