Thursday , 15 November 2018

Home » EKBIS » IFMAC & WOODMAC 2017 : Industri Mebel Perlu Didukung Teknologi Global
IFMAC & WOODMAC 2017 : Industri Mebel Perlu Didukung Teknologi Global

IFMAC & WOODMAC 2017 : Industri Mebel Perlu Didukung Teknologi Global

September 19, 2017 4:04 pm by: Category: EKBIS Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Industri mebel dalam negeri sedang mengalami masa stagnasi. Kalangan dunia usaha merasa itu terjadi karena ekspor industri mebel yang melambat dan juga semakin maraknya perusahaan ritel besar yang khusus menjual mebel. Hal itu seperti dikatakan Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jabodetabek Ade Firman saat ditemui usai konferensi pers Pameran IFMAC & WOODMAC 2017 di Gedung Pusat Promosi Industri Kayu dan Mebel, Jakarta, Selasa (19/9).

Tak hanya itu saja, Ade mengatakan penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) membuat industri mebel dalam negeri yang berorientasi ekspor semakin berat. “Bayangin saja, untuk mengurus SVLK itu mencapai Rp30 juta sementara nilai ekspornya hanya Rp200 juta. Alhasil diluar “digebuk” dengan SVLK di dalam “digebuk” dengan maraknya perusahaan ritel mebel asing. Kita memperkirakan industri mebel dalam negeri tergerus hingga 50%,” jelasnya.

Meski mengeluh dengan keadaan seperti ini, Ade memberikan usul kepada pemerintah untuk menerapkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dibawah 6% atau bahkan bisa 4%. Karena menurut dia, dengan bunga KUR yang rendah maka akan membuat pengusaha mebel bergairah untuk menjalankan bisnisnya, salah satu yang dibutuhkan membeli alat teknologi di industri mebel. “Alat dengan teknologi terbaru itu penting dalam industri mebel,” katanya.

Ade menjelaskan peran alat dengan teknologi terkini bisa membantu industri lebih cepat menyelesaikan produknya. Ia mencontohkan biasanya pengusaha mebel untuk membuat satu lemari membutuhkan waktu 1 minggu, dengan adanya mesin hanya butuh 1 hari. “Disamping itu, kalau pakai alat itu lebih presisi produk mebelnya,” tukasnya.

Maka dari itu, PT Wahana Kemalaniaga Makmur (Wakeni) menggelar International Furniture Manufacturing Components Exhibition (IFMAC) & Woodworking Machinery Exhibition (WOODMAC) 2017. Pameran tahunan ini menyajikan peralatan industri mebel yang diikuti oleh 250 perusahaan lebih dari 20 negara. (REO)

IFMAC & WOODMAC 2017 : Industri Mebel Perlu Didukung Teknologi Global Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Industri mebel dalam negeri sedang mengalami masa stagnasi. Kalangan dunia usaha merasa itu terjadi karena ekspor industri mebel yang melamb Jakarta, INEWSAIR - Industri mebel dalam negeri sedang mengalami masa stagnasi. Kalangan dunia usaha merasa itu terjadi karena ekspor industri mebel yang melamb Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top