Tuesday , 23 October 2018

Home » EKBIS » Giat Kembangkan Kedelai, Batan Ingin Wujudkan Ketahanan Pangan
Giat Kembangkan Kedelai, Batan Ingin Wujudkan Ketahanan Pangan

Giat Kembangkan Kedelai, Batan Ingin Wujudkan Ketahanan Pangan

dok.Istimewa

July 10, 2018 11:20 pm by: Category: EKBIS Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Keberadaan tempe sebagai salah satu makanan asli Indonesia dan makanan yang digemari semua lapisan masyarakat, ternyata memiliki masalah krusial dalam hal bahan baku. Bukan cerita baru, bahwa kedelai yang digunakan sebagai bahan baku masih import.

Untuk memintas masalah ini, Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) terus berupaya untuk menghasilkan varietas kedelai unggulan dan melakukan upaya pemasaran varietas mereka. Kepala PAIR (Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi), Totti Tjiptosumirat menyatakan upaya ini memiliki tujuan, selain untuk menyediakan pilihan varietas, juga untuk mendorong petani untuk mau menanam kedelai.

“Ini merupakan tantangan besar bagi Batan PAIR. Dimana harapannya akan menjadi inisiator sehingga menjadi nilai tambah bagi produk kedelai dan selanjutnya mengurangi import kedelai dan meningkatkan umkm serta hasil produk dengan bahan baku kedelai,” kata Totti saat konferensi pers di Batan PAIR Jakarta, Senin (9 Juli 2018).

Kegiatan ini pun didukung sepenuhnya oleh IAEA (International Atomic Energy Agency) yang bekerja sama dengan FAO (Badan Pangan Sedunia) dan UNIDO (Organisasi Pengembangan Industri PBB). Di dalam negeri, Batan melakukan Sinergi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Kesehatan.

“Kita akan mencoba bersinergi dengan Kementan dengan cara merekomendasikan 10 varietas kedelai yang diproduksi Batan. Juga dengan Kemenperin. Untuk Kemenristekdikti, kita akan meminta kemudahan dalam melakukan penelitian terkait kedelai. Selanjutnya kita akan meminta kerja sama dengan Kemenkes untuk membuktikan bahwa nutrisi yang dimiliki kedelai mampu mencukupi angka kebutuhan gizi,” papar Totti.

Bukan hanya melakukan lintas kementerian dan lembaga, Batan pun menggandeng Rumah Tempe. Rumah Tempe selama ini memang dikenal sebagai salah satu produsen tempe yang mengedepankan masalah kualitas bahan baku dan pengolahan higienis.

“Melibatkan Rumah Tempe ini adalah pilot project Batan. Dimana kami menawarkan kepada Rumah Tempe untuk bekerja sama memproduksi tempe berkualitas tinggi dengan menggunakan kedelai hasil Batan. Proyeknya masih dalam penggodokan. Rencananya akan di launching pada 2019,” kata Kepala Batan Djarot S. Wisnubroto.

Bukti bahwa Batan serius ingin menjadikan kedelai sebagai salah satu pilar ketahanan pangan Indonesia, adalah dengan dirilisnya varietas unggulan kedelai mulai tahun 1987, yang dinamakan Muria. Varietas kedelai mutan Muria ini memiliki spesifikasi tahan etrhadap karat daun, polong tidak tumbuh pecah dengan hasil mencapai 1,8 ton per hektar are.

Pada tahun 1991, Batan kembali merilis varietas Tengger dengan keunggulan ukuran biji besar, polong masak tidak mudah pecah, cukup tahan lalat putih, cukup tahan karat daun dan umur polong masak pada hari 73-79.

Tahun 1998, Varietas Meratus diluncurkan dengan spesifikasi yang lebih meningkat dari varietas Tengger dan menyusul kemudian di tahun 2004, varietas Rajabasa yang memiliki keunggulan ketahanan hama dan penyakit dan biji besar tapi umur polong masak baru pada hari ke 82-85.

Varietas Mitani yang dirilis pada tahun 2008, memang memiliki ketahanan pada hama kutu hijau dan memiliki adaptasi di lahan kering dataran rendah serta potensi hasil yang mencapai 3,2 ton per ha, tapi umur polong masaknya semakin memanjang yaitu 82-90 hari.

Menyusul, tahun 2010, dirilis Mutiara 1 dengan jumlah potensi hasil yang semakin meningkat, yaitu 4,1 ton per ha dan umur polong masak di sekitar hari ke 82. Dan pada tahun 2013, muncul varietas Gamasugen 1 yang umur polong masaknya di sekitar hari ke 66 dan memiliki kecocokan pada lahan sawah dan lahan kering tegalan.

Pada tahun 2014, Batan memrilis 2 varietas kedelai hitam mutan, yaitu Mutiara 2 dan Mutiara 3 yang memiliki karakter berumur sedang, stabil dan berproduksi optimal pada lingkungan yang relatif luas serta baik ditanam pada dataran rendah. (AAN)

Giat Kembangkan Kedelai, Batan Ingin Wujudkan Ketahanan Pangan Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Keberadaan tempe sebagai salah satu makanan asli Indonesia dan makanan yang digemari semua lapisan masyarakat, ternyata memiliki masalah kru Jakarta, INEWSAIR - Keberadaan tempe sebagai salah satu makanan asli Indonesia dan makanan yang digemari semua lapisan masyarakat, ternyata memiliki masalah kru Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top