Thursday , 15 November 2018

Home » NEWS » NASIONAL » Edukasi masyarakat, upaya dongkrak populasi badak
Edukasi masyarakat, upaya dongkrak populasi badak

Edukasi masyarakat, upaya dongkrak populasi badak

dok.istimewa

May 16, 2017 9:01 pm by: Category: NASIONAL, NEWS Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kondisi populasi badak sumatera, yang diperkirakan kurang dari 100 ekor, diharapkan mampu membantu upaya para pejuang badak untuk meningkatkan jumlah populasinya.

Direktur Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Dr. Noviar Andayani mengharapkan dengan adanya sosialisasi terkait badak dan kondisinya saat ini, mampu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat dalam usaha peningkatan populasinya.

“Masalah yang kami hadapi, bukan hanya pada masalah reproduksi badak, yang memiliki masa reseptif relatif pendek, tapi juga pada perburuan dan habitat badak yang tersentuh oleh perambahan dan rencana pembangunan,” kata Yani saat Konpers Kampanye #KadoUntukDelilah di Rimbawan 1 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta, Selasa (16/5).

Yani menjelaskan bahwa usaha meningkatkan populasi badak dibagi menjadi dua langkah, yaitu perlindungan habitat dan penangkaran yang di lakukan di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Way Kambas.

“Masalah reproduksi badak, memang membutuhkan intervensi agresif manusia. Karena masa reseptif badak yang singkat memang menyulitkan proses reproduksi badak, ditambah dengan tipikalnya yang penyendiri membuat proses reproduksinya sendiri akan susah terjadi,” papar Yani.

Saat proses reproduksi terjadi, para pejuang badak, masih harus menghadapi masalah kehamilan badak yang berlangsung sekitar 15-16 bulan dan masa pengasuhan anak yang mencapai 3-4 tahun.

“Kondisi ini, bertambah rumit dengan jerat-jerat yang terpasang dan habitat badak yang terganggu dengan adanya program perambahan dan rencana pembangunan di Taman Nasional. Salah satunya adalah proyek pembangunan jalan di Bukit Barisan Selatan dan Leuser,” kata Yani.

Terkait dengan perburuan cula badak, menurut Yani, sudah sejak ahun 2003 sudah tidak ada laporan tentang perdagangan cula badak.

“Kemungkinan jumlah badak yang semakin sedikit, maka badak semakin susah untuk diburu. Dan kemungkinan lain adalah karena perdagangan cula ini adalah perdagangan bernilai tinggi. Menurut yang pernah saya dengar, di pasar gelap, harga per gram bubuk cula ini berharga ribuan dollar,” lanjut Yani.

Padahal, Yani menjelaskan, kandungan cula badak tidak ada bedanya dengan keratin yang ada pada kuku dan rambut manusia. Tapi memang susah untuk mendobrak dogma yang sudah menjadi pemahaman publik, walaupun salah.

“Walaupun badak termasuk binatang yang dilindungi sesuai PP No.7 tahun 1999, tapi pemerintah tidak akan mampu untuk melindungi semua badak di habitatnya. Yang terpenting adalah opini masyarakat yang menganggap bahwa tindakan perburuan dan perdagangan badak merupakan tindakan yang sangat tercela,” tegas Yani.

Kelahiran Delilah pada tahun 2017 di Taman Nasional Way Kambas, diharapkan mampu menjadi pemicu kesadaran ini.

“Kami memanfaatkan sosial media untuk mensosialiasikan upaya kami untuk meningkatkan populasi badak, dengan membuka akun @badakdelilah di instagram dan twitter, yang memwartakan tentang keseharian Delilah. Harapan kami, masyarakat akan tergugah untuk mulai memperhatikan tentang kondisi badak sumatera,” kata Yani.(AAN)

Edukasi masyarakat, upaya dongkrak populasi badak Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kondisi populasi badak sumatera, yang diperkirakan kurang dari 100 ekor, diharapkan mampu membantu up Jakarta, INEWSAIR - Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kondisi populasi badak sumatera, yang diperkirakan kurang dari 100 ekor, diharapkan mampu membantu up Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top