Monday , 17 December 2018

Home » EKBIS » Dompet Dhuafa Dampingi Petani Nyalindung menjadi Peternak Sapi Perah
Dompet Dhuafa Dampingi Petani Nyalindung menjadi Peternak Sapi Perah

Dompet Dhuafa Dampingi Petani Nyalindung menjadi Peternak Sapi Perah

July 28, 2017 1:07 am by: Category: EKBIS Leave a comment A+ / A-

Sukabumi, INEWSAIR – Melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa melakukan pemberdayaan peternak binaan pada program Kampoeng Ternak Nusantara, yang salah satunya di wilayah Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Selatan.

Di daerah perbukitan yang berhawa sejuk ini, Dompet Dhuafa memberdayakan para petani menjadi peternak binaan untuk mengelola sapi perah dan kambing kurban.

“Di Kelompok Ternak Cipta Raharja ini, kami menggerakkan para petani sadap nira dan petani teh untuk menjadi peternak untuk meningkatkan perekonomian mereka,” kata Humas Dompet Dhuafa Salman Alfarizzi saat kunjungan ke Desa Cisitu, Sukabumi Jawa Barat, Kamis (27/7).

Menurut pengakuan Ketua Kelompok Cipta Raharja, Dangdang, usaha Sapi Perah sebenarnya merupakan bisnis yang rentan. Karena biaya operasionalnya sangat besar, bisa mencapai 90%  dari income yang diterima. Dan usaha sapi perah harus fokus, karena membutuhkan perhatian yang lebih.

“Biaya produksi sapi perah sangat besar, terutama di biaya pakan. Sehingga, keuntungannya tidak bisa hanya dihitung dari hasil penjualan susu saja. Tapi juga harus dilihat pada anak sapi yang didapat dan biaya-biaya yang tidak masuk dalam ‘cost’,” kata Dangdang.

Misalnya, ada keuntungan dari biaya pakan rumput, dimana rumput didapat petani dari area belakang kandang yang proses penanamannya tidak memerlukan pupuk tambahan. Pupuk didapatkan dari kotoran hewan ternak, yang mampu meningkatkan produksi rumput hingga 3 kali lipat.

“Susu yang dihasilkan per hari sekitar 12 liter per hari, dengan harga per liter dari tangan kedua sekitar Rp4.500. Pendapatan ini masih dipotong dengan biaya pakan yang mencapai sekitar Rp40 ribu per hari. Tapi dengan hadirnya Dompet Dhuafa melalui sistem pendampingan dan penambahan ternak, kami masih bisa menikmati hasil melalui anak sapi dan tabungan,” papar Dangdang.

Tantangan yang saat ini dihadapi adalah dari segi pemasaran, faktor kesehatan dan kesiapan mental para peternak.

“Saat ini kami masih belum bisa masuk ke pabrik langsung, karena masih belum bisa menyediakan beberapa persyaratan. Dan dari sapi sendiri, suka ada yang sakit atau susah hamil,” ungkap Dangdang.

Dari segi mental peternak, Dangdang menguraikan, banyak para peternak yang belum fokus untuk menjadi peternak sapi perah. Sehingga saat ini hanya tinggal 33 orang yang bertahan di kelompok mereka.

“Dengan pendampingan Dompet Dhuafa, kami mendapatkan bantuan aset dan modal yang sifatnya gratis. Kalau mendapatkan modal dari bank, tiap bulan kita akan dikejar-kejar pembayaran. Tapi dengan bantuan Dompet Dhuafa, setiap keluarga bisa memiliki aset sapi. Yang awalnya tidak punya sapi bisa punya sapi, yang punya 2 ekor bisa menjadi 3 ekor. Dan bisa jual susu dan anak sapi. Alhamdulillah, kami juga bisa menyisihkan infak dari penjualan susu, sehingga pada lebaran kemarin kami bisa membagikan sekitar Rp3 juta pada masyarakat sekitar,” papar Dangdang.

Menurut Pendamping Dompet Dhuafa, Amin, target dari program kerja sama ini adalah pendapatan 1,5 kali UMK.

“UMK saat ini adalah sekitar Rp2,7 juta. Untuk memenuhi target ini adalah melalui anak sapi yang dapat kita jual saat berumur sekitar 4 bulan,” kata Amin.(AAN)

Dompet Dhuafa Dampingi Petani Nyalindung menjadi Peternak Sapi Perah Reviewed by on . Sukabumi, INEWSAIR - Melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa melakukan pemberdayaan peternak binaan pada program Kampoeng Ternak Nusantara, yang Sukabumi, INEWSAIR - Melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa melakukan pemberdayaan peternak binaan pada program Kampoeng Ternak Nusantara, yang Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top