Tuesday , 23 October 2018

Home » NEWS » NASIONAL » Dana desa meningkat, kemendes ajukan reformasi
Dana desa meningkat, kemendes ajukan reformasi

Dana desa meningkat, kemendes ajukan reformasi

dok.Istimewa

August 3, 2017 9:14 pm by: Category: NASIONAL, NEWS Leave a comment A+ / A-

Jakarta, INEWSAIR – Harus ada reformasi dalam formula penganggaran dana desa, mengingat akan ada kenaikan yang cukup besar pada anggaran dana desa pada tahun 2018, menjadi Rp120 triliun, dari hanya Rp60 triliun di tahun 2017.  Hal ini disampaikan Plt Dirjen Pembangunan dan Pemberdayan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Taufik Madjid, S.Sos.M.Si.

“Saat ini, sesuai dengan UU No.6/2014 penyaluran dana desa digunakan untuk pelaksanaan program bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang disepakati dalam musyawarah desa dan dipublikasikan pada masyarakat di ruang publik,” papar Taufik saat diskusi Dana Desa: APBN Pro Rakyat atau Pro Elite yang diselenggarakan oleh SPS dan PR Indonesia di Demang Jakarta, Kamis (3/8).

Tapi penggunaan Dana Desa di bidang pemberdayaan masyarakat desa belum lah optimal karena mayoritas dana digunakan untuk melakukan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, drainase dan air bersih. “Bukan infrastruktur tidak penting, tapi harus ada juga pemberdayaan sehingga masyarakat desa bisa mendayagunakan apa yang ada di wilayahnya,” ucap Taufik. Sehingga untuk kedepannya, Taufik menyatakan Dana Desa akan difokuskan pada upaya peningkatan produktivitas perekonomian desa. “Ada 4 kegiatan prioritas pembangunan desa yang dicanangkan Kemendes, yaitu pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan, embung desa, badan usaha milik desa dan sarana olahraga,” kata Taufik. Dengan adanya pengembangan produk unggulan, diharapkan akan ada peningkatan skala ekonomi dan membuka kesempatan kerja untuk masyarakat desa. Sehingga, arus urbanisasi akan bisa diturunkan.

Hal ini juga diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat desa pada aktivitas ekonomi dalam suatu sistem rantai pasok. Hal ini untuk mencegah adanya kooptasi oleh pengusaha besar sehingga pola pengembangannya bukan hanya 1 kabupaten 1 produk tapi 1 desa 1 produk. Sementara, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) diharapkan juga dapat meningkatkan kemakmuran ekonomi rakyat.

“Dalam 2 tahun terakhir, jumlah BUM Desa meningkat, dari hanya 1.022 unit pada tahun 2014 menjadi 18.446 unit pada tahun 2017. Dan berdasarkan data Kemendes PDTT tahun 2016, beberapa BUM Desa memiliki omset antara Rp300 juta hingga Rp10 milyar per tahun,” papar Taufik. Untuk mewujudkan rancangan prioritas ini, Taufik mengemukakan bahwa Kemendes sudah mengajukan usulan pada Kementerian Keuangan untuk melakukan penyempurnaan formulasi distribusi Dana Desa.

“Saat ini, persentase Dana Alokasi Dasar adalah 90% dan Dana Alokasi Formula 10%. Untuk kedepannya, kita akan melakukan peninjauan persentase sehingga Dana Desa yang dikucurkan akan jauh memberi manfaat pada wilayah desa terkait sesuai dengan kebutuhan,” ucap Taufik. Selain itu, akan dilakukan afirmasi kepada desa tertinggal dan sangat tertinggal di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan.(AAN)

Dana desa meningkat, kemendes ajukan reformasi Reviewed by on . Jakarta, INEWSAIR - Harus ada reformasi dalam formula penganggaran dana desa, mengingat akan ada kenaikan yang cukup besar pada anggaran dana desa pada tahun 20 Jakarta, INEWSAIR - Harus ada reformasi dalam formula penganggaran dana desa, mengingat akan ada kenaikan yang cukup besar pada anggaran dana desa pada tahun 20 Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top